TAMER CHAT

Jumat, 25 November 2011

Harga Sawit Naik Perlahan

ATM - Meski tidak signifikan, secara perlahan harga komoditas utama perkebunan di Riau mulai mengalami kenaikan, setelah dalam beberapa minggu sebelumnya sempat anjlok hingga menembus angka Rp 1.000 untuk umur 3 tahun. Merangkaknya sawit seiring dengan naiknya
harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasaran dunia.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ferry HC, kepada Tribun, Kamis (17/11) menyebutkan, pekan ini harga komoditas perkebunan memang mengalami kenaikan harga, walaupun tidak signifikan. Untuk periode 16 November
sampai 22 November 2011, harga CPO bertengger di angka Rp 7.094,26 dan untuk kernel Rp 3.194,02.

"Dari minggu sebelumnya ada kenaikan, dan pekan ini juga ada kenaikan. Di periode 9-15 November 2011 harga CPO tertera pada angka Rp 6.991,04 per kg. Sedangkan harga kernel menjadi Rp 3.095,50 per kg. Ini artinya ada kenaikan, termasuk pekanbaru. Harga TBS pekan kemarin umur 3
tahun Rp 1.034,79, dan sekarang Rp 1.065,62," ujar Ferry Hc.

Untuk umur 4 tahun, berada di posisi Rp 1.191,24, umur 5 tahun Rp 1.275,23, umur 6 tahun Rp 1.311,61 dan umur 7 tahun Rp 1.362,01. Sedangkan untuk umur 8, 9 dan 10 tahun yaitu, Rp 1.404,39, Rp 1.448,78 dan 1.489,78. Pada periode sebelumnya,umur 4 tahun di patok pada harga
Rp 1.156,78. Umur 5 tahun dihargai sekitar Rp 1.238,35. Umur 6 tahun
kini menjadi Rp 1.273,67.

Selanjutnya, untuk umur 7 tahun, pekan ini dihargai Rp 1.322,61, umur 8 tahun dihargai Rp 1.363,77. Umur 9 tahun kini menjadi Rp 1.406,87, dan terakhir untuk umur 10 tahun dihargai di angka Rp 1.446,68. Berbeda dengan kelapa sawit, harga karet di Riau malah mengalami penurunan. Beberapa perusahaan pengolahan juga terus menurunkan harga.

Sebelumnya, pabrik pengolahan karet seperti PT Rickry Pekanbaru, PT P&P Bangkinang, PT Tirta Sari Surya dan PT Andalas Agrolestari memberikan pemerataan harga pada angka Rp 29.000. Dan untuk pekan ini anjlok ke posisi Rp 26 ribu. "Ya, berbanding terbalik. Turun," tuturnya.


SUMER- TRIBUNNEWS PEKANBARU

0 komentar:

Posting Komentar